Assalamualikum Wr. Wb
Hai
Sobat Teknoria, kali ini saya akan berbagi artikel mengenai hal kecil yang
biasah kita lakukan. Namun hal ini tidak terjadi karena perbedaan teknologi
oleh karena itu sobat teknoria harus pantau artikel ini agar tahu apa sih yang
sebenarnya. Jadi kali ini saya akan membagikan artikel yang tentunya berhubungan
dengan teknologi yaitu E-commerce.
E-Commerce atau Perdagangan
elektronik adalah jual beli barang dan
jasa melalui media elektronik seperti internet atau televisi, www, atau jaringan komputer lainnya. E-commerce merupakan bagian dari e-business, di mana
cakupan e-business lebih luas, tidak hanya sekadar perniagaan tetapi mencakup
juga pengkolaborasian mitra bisnis, pelayanan nasabah, lowongan pekerjaan dll.
Tahukah
sobat teknoria bahwa perkembangan teknologi yang sangat pesat pada era 90-an, memunculkan
aplikasi e-commerce dari berbagai perusahaan sehingga terjadi penggunaan secara
besar - besaran untuk Internet dan pertumbuhan perusahaan dot-coms, atau
Internet start-ups yang semakin menjamur. Perkembangan e-commerce di Indonesia
sendiri telah ada sejak tahun 1996, dengan berdirinya Dyviacom Intrabum atau
D-net sebagai perintis transaksi online. Wahana transaksi berupa mall online
yang disebut D-Mall ini telah menampung sekitar 33 toko online. Produk yang
dijual bermacam-macam, mulai dari makanan, aksesori, pakaian, produk
perkantoran sampai furniture.
Ada juga Commerce Net
Indonesia sebagai Commerce Service Provider (CSP) pertama di Indonesia yang
menawarkan kemudahan dalam melakukan jual beli di internet. Indonesia sendiri
telah bekerja sama dengan lembaga-lembaga yang membutuhkan e-commerce, untuk
melayani konsumen seperti PT Telkom dan Bank Indonesia. Selain itu, ada pula
tujuh situs yang menjadi anggota Commerce Net Indonesia, seperti Plasa.com,
Interactive Mall 2000, Officeland, Kompas Cyber Media, Mizan Online
Telecommunication Mall dan Trikomsel.
Namun
kini e-commerce telah mengalami
berbagai macam perkembangan, mulai dari fungsi sampai jenis-jenis e-commerce
yang berbagai macam.
Setidaknya ada tujuh jenis
dasar e-commerce atau bentuk bisnis e-commerce dengan
karakteristik berbeda :
·
Business-to-Business (B2B)
·
Business-to-Consumer (B2C)
·
Consumer-to-Consumer (C2C)
·
Consumer-to-Business (C2B)
·
Business-to-Administration (B2A)
·
Consumer-to-Administration (C2A)
·
Online-to-Offline (O2O)
1.
Business-to-Business
(B2B)
B2B e-commerce meliputi semua transaksi
elektronik barang atau jasa yang dilakukan antar perusahaan. Produsen dan
pedagang tradisional biasanya menggunakan jenis e-commerce ini.
Umumnya e-commerce dengan
jenis ini dilakukan dengan menggunakan EDI (Electronic
Data Interchange) dan email dalam proses pembelian barang dan jasa,
informasi dan konsultasi, atau pengiriman dan permintaan proposal bisnis.
EDI
(Electronic Data Interchange) adalah
proses transfer data yang terstruktur, dalam format standar yang disetujui,
dari satu sistem komputer ke sistem komputer lainnya, dalam bentuk elektronik.
2. Business-to-Consumer (B2C)
B2C adalah jenis e-commerce antara
perusahaan dan konsumen akhir. Hal ini sesuai dengan bagian ritel dari
e-commerce yang biasa dioperasikan oleh perdagangan ritel tradisional. Jenis
ini bisa lebih mudah dan dinamis, namun juga lebih menyebar secara tak merata
atau bahkan bisa terhenti.
Jenis e-commerce ini
berkembang dengan sangat cepat karena adanya dukungan munculnya website serta
banyaknya toko virtual bahkan mal di internet yang menjual beragam kebutuhan
masyarakat. Sementara di negara maju seperti Amerika sudah banyak kisah sukses e-commerce yang berhasil dibidang
ritel online.
3.
Consumer-to-Consumer
(C2C)
C2C
merupakan jenis e-commerce yang meliputi semua transaksi
elektronik barang atau jasa antar konsumen. Umumnya transaksi ini dilakukan
melalui pihak ketiga yang menyediakan platform online untuk
melakukan transaksi tersebut.
Beberapa
contoh penerapan C2C dalam website di Indonesia adalah Tokopedia, Bukalapak dan
Lamido. Disana penjual diperbolehkan langsung berjualan barang melalui website
yang telah ada.
Namun ada
juga website yang menerapkan jenis C2C dan mengharuskan penjual
terlebih dulu menyelesaikan proses verifikasi, seperti Blanja dan Elevenia.
4.
Consumer-to-Business (C2B)
C2B adalah jenis e-commerce dengan pembalikan utuh dari
transaksi pertukaran atau jual beli barang secara tradisional. Jenis e-commerce ini
sangat umum dalam proyek dengan dasar multi sumber daya. Sekelompok besar
individu menyediakan layanan jasa atau produk mereka bagi perusahaan yang
mencari jasa atau produk tersebut.
Contohnya adalah sebuah website dimana desainer website menyediakan
beberapa pilihan logo yang nantinya hanya akan dipilih salah satu yang
dianggap paling efektif.
5.
Business-to-Administration
(B2A)
B2A adalah jenis e-commerce yang
mencakup semua transaksi yang dilakukan secara online antara perusahaan dan
administrasi publik. Jenis e-commerce ini melibatkan banyak
layanan, khususnya di bidang-bidang seperti fiskal, jaminan sosial,
ketenagakerjaan, dokumen hukum dan register, dan lainnya.
Jenis e-commerce ini telah meningkat
dalam beberapa tahun terakhir dengan investasi yang dibuat melalui e-government
atau pihak pemerintah. Beberapa contoh website administrasi publik yang
menerapkan B2A adalah www.pajak.go.id, www.allianz.com dan www.bpjs-online.com.
Disana perusahaan dapat melakukan proses transaksi atas jasa yang mereka
dapatkan langsung kepada pihak administrasi publik.
6.
Consumer-to-Administration
(C2A)
Jenis C2A meliputi semua transaksi elektronik yang
dilakukan antara individu dan administrasi publik.
Contoh area yang menggunakan jenis e-commerce ini adalah :
·
Pendidikan – penyebaran informasi,
proses pembelajaran jarak jauh, dan lainnya
·
Jamsostek – penyebaran informasi,
pembayaran, dan lainnya
·
Pajak – pengajuan pajak, pembayaran
pajak, dan lainnya
·
Kesehatan – janji pertemuan, informasi
mengenai penyakit, pembayaran layanan kesehatan dan lainnya
Contoh penerapan C2A sama dengan B2A, hanya
saja pembedanya ada pada pihak individu-administrasi publik dan
perusahaan-administrasi publik.
7.
Online-to-Offline (O2O)
O2O adalah jenis e-commerce yang
menarik pelanggan dari saluran online untuk toko fisik. O2O mengidentifiaksikan
pelanggan di bidang online seperti email dan iklan internet, kemudian
menggunakan berbagai alat dan pendekatan untuk menarik pelanggan agar
meninggalkan lingkup online. Walaupun sudah banyak kegiatan ritel tradisional
dapat digantikan oleh e-commerce, ada unsur-unsur dalam
pembelanjaan fisik yang direplikasi secara digital. Namun ada potensi integrasi
antara e-commerce dan belanja ritel fisik yang merupakan inti
dari jenis O2O.
Hanya karena ada
bisnis tertentu yang tidak memiliki produk untuk dipesan secara online, bukan
berarti internet tak dapat memainkan perannya dalam hampir semua bisnis.
Contohnya,
sebuah pusat kebugaran tidak akan bisa didirikan di ruang tamu rumah Anda,
namun dengan menggunakan layanan O2O yang disediakan perusahaan seperti Groupon
Inc, pusat kebugaran tersebut bisa menyalurkan bisnis offline nya menjadi
online.
v Kelebihan
E-Commerce
1.
Produk dan layanan bervariasi
Batas
dari tipe perdagangan ini tidak didefinisikan secara geografis sehingga
memungkinkan Anda untuk membuat pilihan secara luas, memperoleh informasi yang
dibutuhkan dan membandingkan penawaran dari semua pemasok atau pihak penyedia
barang/jasa terlepas dari lokasi mereka.
2.
Mempersingkat rantai distribusi
Dengan
memungkinkan jalannya interaksi dengan konsumen akhir, e-commerce memperpendek
rantai distribusi produk atau bahkan justru menghilangkannya. Dengan cara ini,
saluran langsung antara produsen atau penyedia layanan dan pengguna akhir
memungkinkan mereka untuk menawarkan produk atau jasa yang sesuai dengan target
pasar.
3.
Pembayaran lebih mudah
Selain
itu, dengan berkembangnya sistem pembayaran yang
ada saat ini sangat memudahkan transaksi e-commerce.
4.
Brand lebih dekat dengan konsumen
E-commerce memungkinkan
brand untuk lebih dekat dengan pelanggan mereka, sehingga meningkatkan
produktivitas dan daya saing bagi perusahaan.
5.
Peningkatan kualitas layanan
Dengan
demikian, konsumen diuntungkan dengan peningkatan kualitas layanan, kedekatan
yang lebih ‘intim’, serta dukungan pra dan pasca penjualan yang lebih efisien.
6.
Belanja kapan saja
Dengan
banyaknya bentuk aktifitas perdagangan elektronik baru, Anda dapat berbelanja
melalui toko virtual kapanpun yang Anda mau.
7.
Efisiensi biaya
Pengurangan
biaya adalah keuntungan penting lainnya yang terkait dalam dunia e-commerce.
Semakin umum proses bisnis tertentu, maka semakin
besar tingkat keberhasilannya. Hal itu menghasilkan pengurangan biaya
administrasi yang signifikan.
v Kekurangan
E-Commerce
Beberapa
kelemahan utama dari e-commerce adalah
sebagai berikut :
1.
Ketergantungan yang sangat kuat pada
teknologi informasi dan komunikasi
2.
Kurangnya undang-undang yang memadai untuk
mengatur kegiatan e-commerce, baik nasional maupun internasional
3.
Budaya pasar yang menolak perdagangan
elektronik (pelanggan tidak bisa menyentuh atau mencoba produk)
4.
“Hilangnya” privasi, cakupan wilayah,
serta identitas dan perekonomian negara
5.
Rawannya melakukan transaksi bisnis online
6.
Warna dan kualitas produk yang dijual
belum tentu sama antara foto yang ditampilkan di website dengan produk asli


Tidak ada komentar:
Posting Komentar