Saat ini dunia usaha dihadapi dengan adanya tantangan baru yaitu keharusan setiap sektor industri masuk dalam Revolusi Industri 4.0. Dalam rapat APEC tahun 90-an, kata Airlangga (Menteri Perindustrian), disebutkan bahwa globalisasi untuk ASEAN bakal dimulai ditahun 2020."Saat ini yang namanya revolusi industri ke 4 dimulai dengan revolusi internet yang dimulai pada tahun 90-an, nah tahun 90-an belum tahu kalau internet efeknya akan seperti hari ini. Hari ini seluruh negara di dunia baru melihat apa efek dari Internet of things,"
Lebih lanjut Airlangga mengungkapkan bahwa pemanfaatan Internet of things ini pertama kali dilakukan oleh Jerman. Jerman pula lah yang mengglobalkan istilah industri 4.0. Ketua Komite Ekonomi dan Industri Nasional (KEIN) Soetrisno Bachir mengatakan era Industri 4.0 memberikan ruang besar bagi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) untuk meningkatkan skala usahanya. Sebab, menurut dia, dalam era ini hanya usaha yang menerapkan digitalisasi yang akan mampu berkompetisi secara efisien dan efektif sehingga menang dalam persaingan usaha. Pentingnya digitalisasi sangat membantu pelaku bisnis, saat ini saja BUMN dibidang pertanian sudah melakukannya. Langkah ini juga harus dilakukan didalam sektor – sektor yang lain, sebagai pelaku industri tentu perlu adanya sinergi infrastruktur digital dengan industri kecil dan menengah. Itu semua sudah dilakukan tinggal bagaimana kita mengelolanya. sumber https://finance.detik.com/berita-ekonomi-bisnis/d-4507440/kein-nilai-revolusi-industri-40-buka-ruang-besar-bagi-umkm
Lebih lanjut Airlangga mengungkapkan bahwa pemanfaatan Internet of things ini pertama kali dilakukan oleh Jerman. Jerman pula lah yang mengglobalkan istilah industri 4.0. Ketua Komite Ekonomi dan Industri Nasional (KEIN) Soetrisno Bachir mengatakan era Industri 4.0 memberikan ruang besar bagi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) untuk meningkatkan skala usahanya. Sebab, menurut dia, dalam era ini hanya usaha yang menerapkan digitalisasi yang akan mampu berkompetisi secara efisien dan efektif sehingga menang dalam persaingan usaha. Pentingnya digitalisasi sangat membantu pelaku bisnis, saat ini saja BUMN dibidang pertanian sudah melakukannya. Langkah ini juga harus dilakukan didalam sektor – sektor yang lain, sebagai pelaku industri tentu perlu adanya sinergi infrastruktur digital dengan industri kecil dan menengah. Itu semua sudah dilakukan tinggal bagaimana kita mengelolanya. sumber https://finance.detik.com/berita-ekonomi-bisnis/d-4507440/kein-nilai-revolusi-industri-40-buka-ruang-besar-bagi-umkm
2. Hubungan
Bahasa, Budaya dan Masyarakat Untuk Mendukung Perkembangan Bahasa Indonesia di
Dunia Akademik (Universitas Pekalongan)
Penggunaan Bahasa Indonesia didalam
dunia pendidikan di unikal belum dilakukan dengan baik dan maksimal. Ini bisa
kita lihat dalam pembelajaran dikampus ketika dosen mengajarkan materi masih
menggunakan bahasa daerah jawa khususnya pekalongan. Walaupun tidak semua dosen
menggunakan bahasa campuran antara bahasa indonesia dengan bahasa pekalongan.
Bagusnya ketika acara seminar dan pertemuan dosen sudah maksimal dalam
menggunakan bahasa indonesia.
Dalam mata kuliah yang berhubungan
dengan bahasa seperti aplikom yang mengajarkan membuat tugas seperti makalah
tidak memperhatikan bahasa dalam penilainnya. Hal – hal kecil seperti inilah
yang membuat penggunaan bahasa indonesia oleh mahasiswa tidak maksimal.
Penggunaan bahasa yang baik dan benar di Universitas Pekalongan memang masih
sulit untuk diterapkan. Karena banyaknya pengaruh dari kebiasaan yang ada
dimasyarakat
3. Mengenal
Kata Baku Dan Tidak Baku.
Kata Baku
|
|
Gadget
|
Gawai
|
Babysister
|
Pramusiwi
|
Mouse
|
Tetikus
|
Netizen
|
Warganet
|
Link/Hyperlink
|
Pranala
|
Online
|
Daring
|
Offline
|
Luring
|
Selfie
|
Swafoto
|
Server
|
Peladen
|
Stand Up Comedy
|
Komedi Tunggal
|
Salah Ketik
|
Saltik
|
Noise
|
Derau
|
Preview
|
Pratayang
|
Handy Talkie
|
Portofon
|
Efektif
|
Mangkus
|
Efisien
|
Sangkul
|
Microphone
|
Pelantang
|
4. Suku Kata Bahasa Asli Daerah Pekalongan
Kata Daerah
|
Arti Kata (Indonesia)
|
Nyigar
|
Membelah
|
Abuh
|
Bengkak
|
Ndrodhog
|
Menggigil
|
Iko-Iko
|
Aneh-aneh
|
Grumungan
|
Bercakap-cakap
|
Tanek
|
Matang
|
Wahing
|
Bersin
|
Gegiyang
|
Cepat
|
Klemar – klemer
|
Lemah lembut
|
Blaret
|
Tergores
|
Kinca
|
Gula jawa cair
|
Pawon
|
Dapur
|
Payon
|
Atap
|
Grojogan
|
Air terjun
|
Intip
|
Kerak nasi
|
Tenglilob
|
Berkilauan
|
Dhandhang
|
Panci besar
|
Lindhu
|
Gempa
|
Antepan
|
Berani
|
Ngemplong
|
Membiarkan terbuka
|
Babar blas
|
Sama sekali
|
Umeb
|
Mendidih
|
Methungkul
|
Menunduk
|
Konangan
|
Ketahuan
|
Sier
|
Anak sungai
|
Ngeleri
|
Menjemur pakaian
|
Nylumbat
|
Mengupas kelapa
|
Mesusi
|
Mencuci beras
|
Napeni
|
Memilah beras
|
Besi
|
Penampan
|
Analisis :
Pada gambar di samping
terdapat kata tidak baku yaitu kata Coklat
, kata baku yang benar adalah Cokelat.
(Gambar tersebut diambil di Jl. Rinjani no 1 podosugih pekalongan barat)
Analisis : Pada gambar di samping
terdapat kata tidak baku/benar yaitu kata Di
butuh kan , kata baku yang benar adalah tidak di spasi Di butuhkan. (Gambar tersebut diambil di depan pasar buaran)
Analisis :
Pada gambar di samping
terdapat kata tidak baku/benar yaitu kata Service
, kata baku yang benar adalah Servis .
(Gambar tersebut diambil di Jl. Raya kalipancur bojong pekalongan)
Analisis :
Pada gambar di samping
terdapat kata tidak baku/benar yaitu kata Praktek
, kata baku yang benar adalah Praktik .
(Gambar tersebut diambil di Perumahan korpri no.67 Desa Tanjungsari, Kajen)
Analisis :
Pada gambar di samping
terdapat kata tidak baku/benar yaitu kata 10
Rbuan , kata baku yang benar adalah Rp
10.000 atau Sepuluh ribu rupiah. (Gambar tersebut diambil di Jalan raya
Amboekembang, sebelah utara RSI Pekajangan)
Analisis :
Pada gambar di samping
terdapat kata tidak baku/benar yaitu kata Rp.
12000 , kata baku yang benar adalah 12.000/Rp
12.000 karena penggunaan titik hanya untuk memisahkan nominal. (Gambar
tersebut diambil di Jl. K H Wahid Hasyim No.57 Kauman Ledok Pekalongan)

Analisis :
Pada gambar di samping
terdapat kata tidak baku/benar yaitu kata Kapling , kata baku yang benar adalah Kaveling . (Gambar tersebut diambil di
Desa Wangandowo Bojong Kab. Pekalongan)
Analisis : Pada gambar di
samping terdapat kata tidak baku/benar yaitu kata Photo Copy dan Foto Copy , kata baku yang benar adalah Fotokopi karena kata tersebut sudah
tidak tergabung dengan kata serapan laian atau bahasa asing. (Gambar tersebut
diambil di Jl. Surobayan, Wonopringgo)

Analisis : Pada gambar di samping terdapat kata tidak baku/benar yaitu kata Di Jual , kata baku yang benar adalah Dijual atau digabung karena diikuti kata kerja. (Gambar tersebut diambil di Jl. Kulubaru Karanganyar)







Tidak ada komentar:
Posting Komentar